Setelah kemarin siang diputuskan bahwa komoditas yang akan saya
teliti adalah kelapa dan arah penelitiannya mengenai pengembangan produknya
berbasis komputer, saya mulai coba2 browsing ttg kelapa. Dan
taraaaaaaaa!!!!.... Informasi yang diperoleh sungguh luar biasa banyaknya
(dibandingkan dengan cabai tentunya). Sejenak seperti diliputi euforia
kebanjiran informasi. Satu hal yang sangat berbeda dg ketika mencari apapun
tentang cabai di internet. Tapi entah dari mana asalnya saya tiba2 seperti
mesti pergi meninggalkan sesuatu yang sudah begitu akrab dengan saya selama 2
semester bahkan sempat disergap perasaan "mengkhianati" perjuangan
selama ini.
Selama sekolah di TIP, kelapa dan sawit seperti primadona dengan segala pesonanya. Mereka dipuja dan diperbincangan oleh siapapun... sementara cabai hanyalah si itik buruk rupa yang menjadi anak tiri agroindustri. Cabai hanya dianggap sebagai biang kerok yang dimaki2 pemerintah karena menaikkan laju inflasi, dan oleh para agronomist atau peneliti hortikultur dan hama penyakit tanaman, cabai identik dengan sosok yang bandel dan "angel" untuk diurusi.
Terus terang, saya selalu iri dengan pekerjaan yang dilakukan teman2 lain yang concern ke sawit. Pr dan tugas2 berbahan sawit bisa dengan lancar jaya menghasilkan paper berpuluh2 lembar dengan informasi yang up to date. Sementara saya terengah2 dalam menyusun paper barang 10 lembar untuk memotret cabai dalam berbagai posenya.
Hm... saya jadi inget Prof Syamsul beliau bilang kita harus istiqomah menentukan komoditas dan secara garis besar topik penelitian kita.... tapi ternyata... perjalanan penelitian membawa saya ke arah yang ga disangka2. Dan ini bukan kali pertama. Itu semua pernah saya alami di S1, berpindah dari kentang ke cabai karena "keinginan" dan interest pembimbing... dan sekarang dari cabai ke kelapa. Entah apa yang terjadi di depan sana. Saya hanya tau bahwa saya mesti membawa pulang ijazah doktor secepat mungkin. Saya hanya ingin segera ada di rumah lagi untuk suami dan anak2! Sehingga apapun itu hanya kata bergegas yang terpatri di otak saya
Sekali lagi, ada rasa kehilangan yang dalam untuk meninggalkan cabai... seperti mesti pergi dari keakraban dengan seorang sahabat.... hm... speechless. Namun apapun yang telah terjadi di belakang ga pernah saya anggap sebagai kesia2an. Saya banyak belajar tentang cabai dan sekarang harus belajar tentang kelapa.... tokh inti dari semua itu bermuara pada satu diksi yang sama: belajar!
Oke everybody, maaf kalo email ini begitu aja nyelonong menyesaki inbox kalian semua. Harap maklum di perantauan dalam kesendirian seperti ini betapa sangat berartinya seorang teman yang mau mendengarkan keluh kesah. Untuk kalian semua sahabat2 seperjuangan, semoga Alloh SWT membukakan jalan selebar2nya menuju tujuan mendapat gelar doktor.
Dari buku Chiken Soup For The Unsinkable Soul saya temukan kalimat ini.... Apa yang anda hasilkan tidaklah begitu penting, karena yang terpenting adalah menjadi apa anda karenanya....
See u later and tetap semangat!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar